Sabtu, 08 Desember 2012

Pemodelan Sistem Untuk Peningkatan Produksi Gula Tebu



Iphov Kumala Sriwana, ST, M.Si.
Dosen Fakultas Teknik
Universitas Esa Unggul, Jakarta

Industri gula tebu merupakan salah satu pilar dan penggerak ekonomi nasional. Soewandi (2004) mengatakan bahwa kebutuhan gula nasional Indonesia sebesar 3,2 juta ton per tahunnya se-mentara produksi dalam negeri sekitar 2 juta ton. Hal ini merupakan suatu kemunduran bagi bangsa Indonesia karena pada tahun 1975-1995, produksi  gula nasional Indonesia bisa mencapai sekitar 2,5 juta ton. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jum-lah produksi gula tebu harus ditingkatkan kembali dengan memperbaiki faktor-faktor yang terkait dalam produksi gula tebu dan mencari penyebab menurunnya produksi gula tebu.
Menurunnya produksi gula tebu disebabkan oleh berbagai kelemahan yang hampir meliputi se-luruh hirarki, diantaranya adalah pada level ma-najemen. Pada level ini, industri gula mengalami permasalahan mulai di tingkat perkebunan dan pa-brik gula. Permasalahan yang terjadi pada tingkat perkebunan akan menimbulkan permasalahan pada tingkat pabrik dan sebaliknya sehingga untuk dapat meningkatkan produksi gula tebu, perbaikan yang dilakukan tidak hanya di perkebunan atau pabrik saja,  tetapi harus dilakukan mulai dari perkebunan sampai ke pabrik.

Permasalahan yang seringkali muncul di pabrik adalah permasalahan mengenai kondisi mesin yang seringkali mengalami kerusakan se-hingga mengakibatkan terjadinya jam henti giling pabrik yang cukup tinggi. Adanya jam henti giling pabrik yang tidak sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, dapat mengakibatkan terjadinya keru-sakan pada tebu yang sudah ditebang yaitu ter-jadinya penurunan kadar gula dalam tebu.  Pabrik Gula Subang mengalami jam henti giling pabrik pada tahun 2004 yaitu sebesar 20,44%  sedangkan target jam henti giling pabrik yang telah ditentukan sebelumnya hanya 4%. Un-tuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu di-lakukan jadwal pemeliharaan mesin sehingga jam henti giling dapat dihindari.

Permasalahan lain yang terjadi di dalam pabrik yaitu terjadinya penurunan kapasitas giling pabrik sehingga pabrik tidak dapat beroperasi secara maksimal. Untuk mengatasinya, perlu dihi-tung kembali kapasitas operasional terpasang pa-brik berdasarkan pada nilai availabilitas atau ke-mampuan mesin. Hal ini dilakukan karena laju kerusakan setiap mesin berubah-ubah sejalan dengan bertambahnya waktu.

Kapasitas giling pabrik harus diperhitungkan secara matang dalam melaksanakan kegiatan pro-duksi karena merupakan masukan yang sangat berharga bagi pihak tanaman dalam membuat jadwal penebangan tebu. Hal ini dilakukan karena semakin lancar pengoperasian pabrik dengan penyediaan tebu yang cukup, semakin kecil jam berhenti giling pabrik yang disebabkan karena ketidaktersediaan tebu (jam berhenti giling luar pabrik).

Jadwal tebang tebu yang akan dibuat harus disesuaikan dengan kapasitas operasional pabrik agar terjadi keseimbangan antara kebutuhan pabrik dengan ketersediaan kebun. Hal ini harus dilakukan pula dengan mempertimbangkan berbagai kendala seperti tingkat kematangan tebu, jarak kebun ke pabrik, alat angkut dan tenaga kerja.

Permasalahan yang terjadi pada usaha pe-ningkatan produksi gula yang menyangkut jadwal pemeliharaan mesin, jadwal penebangan tebu dan analisa sistem antrian transportasi tebu merupakan suatu sistem yang kompleks sehingga pendekatan yang paling tepat adalah dengan menggunakan pen-dekatan sistem.

Pendekatan sistem dapat memformulasikan suatu masalah dengan baik dan benar ke dalam suatu model serta dapat melakukan analisis untuk pe-ngambilan keputusan sehingga model yang diru-muskan, diharapkan dapat diterapkan dalam usaha peningkatan produksi gula tebu.

Beberapa penelitian gula tebu yang telah dilakukan, lebih banyak membahas mengenai  per-masalahan tanam, tebang, muat dan angkut tanpa memperhatikan kondisi mesin pabrik gula. Sitompul (1984), melakukan perencanaan sistem antrian transportasi tebu. Siregar (1999), membuat aplikasi teknik penjadwalan tebang angkut tebu dan kebu-tuhan sumber daya. Barus (2005), melakukan peng-kajian mengenai analisis sistem antrian dan pen-jadwalan tebang muat angkut tebu. Kusumanigrum (2005), melakukan pengkajian mengenai sistem penjadwalan penanaman dan pemanenan.

Kekurangan dari penelitian terdahulu adalah tidak adanya pembahasan mengenai permasalahan yang ada di dalam pabrik baik dalam hal penentuan jadwal pemeliharan mesin maupun penentuan kapasitas operasional pabrik. Sehubungan dengan itu, pada penelitian ini dikembangkan pemodelan sistem untuk peningkatan produksi gula tebu dengan mempertimbangkan jadwal tebang tebu, sistem pemeliharaan mesin dan analisis antrian transportasi tebu. Hal ini dimaksudkan agar usaha peningkatan produksi gula tebu dapat diperbaiki tidak hanya di bagian tanaman tapi juga di bagian pabrik gula.

Pemodelan sistem peningkatan produksi gula tebu (POSPPGT) terdiri dari tiga model yaitu model pemeliharaan mesin produksi, model Jadwal tebang tebu dan model  analisis antrian transportasi tebu. Ketiga model tersebut saling berhubungan satu sama lain. Kerangka model secara kese-luruhannya dapat dilihat pada Gambar 2.

Implementasi Sistem
POS-PPGT dapat digunakan oleh peng-guna melalui proses instalasi pada komputer. POS-PPGT dibuat dengan menggunakan   bahasa   pem-rograman Matlab versi 7 dengan spesifikasi  yang disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi bahasa pemrograman tersebut yaitu processor intel pen-tium III,  RAM 128 Mb, Hard Disk drive 8 Gb, CD Rom 8x , VGA Card 16 Mb.

Paket perangkat lunak POSPPGT diran-cang dengan menggunakan Matlab 7. Sistem manajemen basis data dilakukan dengan menggu-nakan Microsoft Excel. Dalam pengembangan sistem ma-najemen basis data, digunakan Software Power Designer Process Analyst – App Modeller for Power Builder versi 641. 32 bit.
Paket perangkat lunak lainnya yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah OS Windows XP, Microsoft Excel, Expert Choice 2000, Stat::fits dalam Promodel 6, Queuing System Simulation 1.00 (QSS), Minitab versi 11.

Daftar Pustaka
Abduh, M., ”Aplikasi Model Programa Sasaran Pada Optimasi Produksi Gula di Pabrik Gula Takalar Sulawesi Selatan”, Tesis, Fakultas Pascasarjana IPB, Bogor, 1999.
Astika, I.W, ”Optimasi Jadwal Tanam Tebu Bagi Pabrik Gula di Lahan   Kering dengan Model Optimisasi Fuzzy”, Tesis, Fakultas Pascasarjana IPB, Bogor, 1994.
Bagian Tanaman PG Subang, ”Rapat Tanaman”, PT PG Rajawali II Unit PG Subang, 2004.
Bagian Tanaman PG Subang, ”Rapat Tanaman”, PT PG Rajawali II Unit PG Subang, 2005.
Barus, D., ”Analisis Sistem Antrian dan Penjadwalan Tebang Muat Angkut Tebu di Pabrik Gula Sel Semayang PTPN II Sumatera Utara. Tesis. MMA IPB, Bogor, 2005.
Blanchard, S.B., Verma, D., Peterson, L.E., ”Maintainability”, A Wiley Interscience Publication. John Wiley & Sons. INC. New York, 1994.
Cakraningrum, T, “Optimalisasi Pengadaan Bahan Baku Pabrik Gula pada PG Mojo”, Sragen, Jawa Tengah. Skripsi. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor, 2000.
CDSAP IPB dan Deperindag, “Identifikasi dan Verifikasi Aspek Teknis Penggunaan Raw Sugar (plantation white sugar) sebagai Bahan Baku Industri Gula”,, 2003.
Daellenbach H., G, “Systems and Decision Making”, A Management Science Approach. John Wiley & Sons. New York, 1995.
Dewan Gula Indonesia (DGI), “Industri Gula Indonesia”, Sekretariat Dewan Gula Indonesia, Jakarta, 1985.
Dimyati T.T., dan Dimyati A.,  ”Operation Research”, Model-model Pengambilan Keputusan. Sinar Baru. Bandung, 1992.
Ebeling C.E., “An Introduction to Reliability and Maintability Engineering”, McGraw Hill Companies, Inc. New York, 1997.
Gottfried, P.,  “Comment on: ‘ On The Hazard Rate of The Lognormal Distribution, ‘ IEEE transactitons on Reliability, Vol. 39, No.5, 1990.
Guntara, ”Penentuan Interval Perawatan Preventive Ketel Uap yang Optimal di PG Madukismo Yogyakarta”, Skripsi. Institut Teknologi Bandung. Bandung, 1990.
Higgins,L.R., dan Morrow, L.C., “Maintenance Engineering Handbook”, McGraw Hill Book Company. New York, 1977.
Hugot, E., “Handbook of Cane Sugar Engineering”, Elsevier Publishing Company, Amsterdam, 1986.
Jardine, A.K.S, “Maintenance, Replacement and Reliability”, Pitman Publishing, New York, 1973.
Kusumaningrum D, “Sistem Penjadwalan Penanaman dan Pemanenan Tebu di PT Gunung Madu Plantations”, Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor, 2005.
Lieberman, Gerald J., Hiller dan Frederick S., “Operations Reseach”, edisi ke-2, Holden Day, Inc. San Fransisco, 1973.
Marimin, “Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk”, Grasindo, Jakarta, 2004.
Manestch, T.J. dan G.L. Park, “System Analysis and Simulation with Application Economic and Social System”, di dalam Eriyatno. 1999. Ilmu Sistem. Institut Pertanian Bogor, Bogor, 1977.
Murthy, D.N.P., Page, N.W., Rodin, E.Y., “Mathematical Modelling, A Tool For Problem Solving in Engineering, Physical, Biological and Social Sciences”, Pergamon Press, Oxford, 1990.
Pramudya B., Pemodelan Sistem Pada Perencanaan Mekanisasi Dalam Kegiatan Pemanenan Tebu Untuk Industri Gula. Thesis. Institut Pertanian Bogor, 1989.
Setiadi H., ”Sistem Penunjang Keputusan Investasi Agroindustri Berbasis Daging Sapi di Kabupaten Boyolali”, 2004.
Siregar H., ”Kajian Optimasi Produksi di Pabrik Gula”, Skripsi. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor, 2003.
Siregar, R.H.Z., ”Aplikasi Teknik Penjadwalan Tebang Angkut Tebu dan Kebutuhan Sumber Daya Pada Industri Gula”, Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor, 1999.
Sitompul, R.F., ”Perencanaan Sistem Antrian Transportasi Tebu Pabrik Gula Sel Semayang PT. Perkebunan IX Medan”, Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor, 1984.
Soewandi R.M.S., ”Menperindag Akan Revitalisasi Pabrik Gula”, (on-line) dalam    http://www.agroindonesia.com/agnews/ind/2004/Maret/03%20Maret%2020.html, tanggal akses 22 november 2005.
Taha, H.A, “Operations Research and Introduction” MacMillan Publishing Company, New York, 1982.
Walpole, E. R., Myers, H.R, “Ilmu peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan”, Edisi ke-4. ITB,  Bandung, 1995.
Winston,  L. W., “Operation Reseach Application and Algorithms”, Duxbury Press. Belmont California, 1993.

More Article Di Sini 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar