Sabtu, 08 Desember 2012

Pemodelan Sistem Untuk Peningkatan Produksi Gula Tebu



Iphov Kumala Sriwana, ST, M.Si.
Dosen Fakultas Teknik
Universitas Esa Unggul, Jakarta

Industri gula tebu merupakan salah satu pilar dan penggerak ekonomi nasional. Soewandi (2004) mengatakan bahwa kebutuhan gula nasional Indonesia sebesar 3,2 juta ton per tahunnya se-mentara produksi dalam negeri sekitar 2 juta ton. Hal ini merupakan suatu kemunduran bagi bangsa Indonesia karena pada tahun 1975-1995, produksi  gula nasional Indonesia bisa mencapai sekitar 2,5 juta ton. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jum-lah produksi gula tebu harus ditingkatkan kembali dengan memperbaiki faktor-faktor yang terkait dalam produksi gula tebu dan mencari penyebab menurunnya produksi gula tebu.
Menurunnya produksi gula tebu disebabkan oleh berbagai kelemahan yang hampir meliputi se-luruh hirarki, diantaranya adalah pada level ma-najemen. Pada level ini, industri gula mengalami permasalahan mulai di tingkat perkebunan dan pa-brik gula. Permasalahan yang terjadi pada tingkat perkebunan akan menimbulkan permasalahan pada tingkat pabrik dan sebaliknya sehingga untuk dapat meningkatkan produksi gula tebu, perbaikan yang dilakukan tidak hanya di perkebunan atau pabrik saja,  tetapi harus dilakukan mulai dari perkebunan sampai ke pabrik.

Permasalahan yang seringkali muncul di pabrik adalah permasalahan mengenai kondisi mesin yang seringkali mengalami kerusakan se-hingga mengakibatkan terjadinya jam henti giling pabrik yang cukup tinggi. Adanya jam henti giling pabrik yang tidak sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, dapat mengakibatkan terjadinya keru-sakan pada tebu yang sudah ditebang yaitu ter-jadinya penurunan kadar gula dalam tebu.  Pabrik Gula Subang mengalami jam henti giling pabrik pada tahun 2004 yaitu sebesar 20,44%  sedangkan target jam henti giling pabrik yang telah ditentukan sebelumnya hanya 4%. Un-tuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu di-lakukan jadwal pemeliharaan mesin sehingga jam henti giling dapat dihindari.

Permasalahan lain yang terjadi di dalam pabrik yaitu terjadinya penurunan kapasitas giling pabrik sehingga pabrik tidak dapat beroperasi secara maksimal. Untuk mengatasinya, perlu dihi-tung kembali kapasitas operasional terpasang pa-brik berdasarkan pada nilai availabilitas atau ke-mampuan mesin. Hal ini dilakukan karena laju kerusakan setiap mesin berubah-ubah sejalan dengan bertambahnya waktu.

Kapasitas giling pabrik harus diperhitungkan secara matang dalam melaksanakan kegiatan pro-duksi karena merupakan masukan yang sangat berharga bagi pihak tanaman dalam membuat jadwal penebangan tebu. Hal ini dilakukan karena semakin lancar pengoperasian pabrik dengan penyediaan tebu yang cukup, semakin kecil jam berhenti giling pabrik yang disebabkan karena ketidaktersediaan tebu (jam berhenti giling luar pabrik).

Jadwal tebang tebu yang akan dibuat harus disesuaikan dengan kapasitas operasional pabrik agar terjadi keseimbangan antara kebutuhan pabrik dengan ketersediaan kebun. Hal ini harus dilakukan pula dengan mempertimbangkan berbagai kendala seperti tingkat kematangan tebu, jarak kebun ke pabrik, alat angkut dan tenaga kerja.

Permasalahan yang terjadi pada usaha pe-ningkatan produksi gula yang menyangkut jadwal pemeliharaan mesin, jadwal penebangan tebu dan analisa sistem antrian transportasi tebu merupakan suatu sistem yang kompleks sehingga pendekatan yang paling tepat adalah dengan menggunakan pen-dekatan sistem.

Pendekatan sistem dapat memformulasikan suatu masalah dengan baik dan benar ke dalam suatu model serta dapat melakukan analisis untuk pe-ngambilan keputusan sehingga model yang diru-muskan, diharapkan dapat diterapkan dalam usaha peningkatan produksi gula tebu.

Beberapa penelitian gula tebu yang telah dilakukan, lebih banyak membahas mengenai  per-masalahan tanam, tebang, muat dan angkut tanpa memperhatikan kondisi mesin pabrik gula. Sitompul (1984), melakukan perencanaan sistem antrian transportasi tebu. Siregar (1999), membuat aplikasi teknik penjadwalan tebang angkut tebu dan kebu-tuhan sumber daya. Barus (2005), melakukan peng-kajian mengenai analisis sistem antrian dan pen-jadwalan tebang muat angkut tebu. Kusumanigrum (2005), melakukan pengkajian mengenai sistem penjadwalan penanaman dan pemanenan.

Kekurangan dari penelitian terdahulu adalah tidak adanya pembahasan mengenai permasalahan yang ada di dalam pabrik baik dalam hal penentuan jadwal pemeliharan mesin maupun penentuan kapasitas operasional pabrik. Sehubungan dengan itu, pada penelitian ini dikembangkan pemodelan sistem untuk peningkatan produksi gula tebu dengan mempertimbangkan jadwal tebang tebu, sistem pemeliharaan mesin dan analisis antrian transportasi tebu. Hal ini dimaksudkan agar usaha peningkatan produksi gula tebu dapat diperbaiki tidak hanya di bagian tanaman tapi juga di bagian pabrik gula.

Pemodelan sistem peningkatan produksi gula tebu (POSPPGT) terdiri dari tiga model yaitu model pemeliharaan mesin produksi, model Jadwal tebang tebu dan model  analisis antrian transportasi tebu. Ketiga model tersebut saling berhubungan satu sama lain. Kerangka model secara kese-luruhannya dapat dilihat pada Gambar 2.

Implementasi Sistem
POS-PPGT dapat digunakan oleh peng-guna melalui proses instalasi pada komputer. POS-PPGT dibuat dengan menggunakan   bahasa   pem-rograman Matlab versi 7 dengan spesifikasi  yang disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi bahasa pemrograman tersebut yaitu processor intel pen-tium III,  RAM 128 Mb, Hard Disk drive 8 Gb, CD Rom 8x , VGA Card 16 Mb.

Paket perangkat lunak POSPPGT diran-cang dengan menggunakan Matlab 7. Sistem manajemen basis data dilakukan dengan menggu-nakan Microsoft Excel. Dalam pengembangan sistem ma-najemen basis data, digunakan Software Power Designer Process Analyst – App Modeller for Power Builder versi 641. 32 bit.
Paket perangkat lunak lainnya yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah OS Windows XP, Microsoft Excel, Expert Choice 2000, Stat::fits dalam Promodel 6, Queuing System Simulation 1.00 (QSS), Minitab versi 11.

Daftar Pustaka
Abduh, M., ”Aplikasi Model Programa Sasaran Pada Optimasi Produksi Gula di Pabrik Gula Takalar Sulawesi Selatan”, Tesis, Fakultas Pascasarjana IPB, Bogor, 1999.
Astika, I.W, ”Optimasi Jadwal Tanam Tebu Bagi Pabrik Gula di Lahan   Kering dengan Model Optimisasi Fuzzy”, Tesis, Fakultas Pascasarjana IPB, Bogor, 1994.
Bagian Tanaman PG Subang, ”Rapat Tanaman”, PT PG Rajawali II Unit PG Subang, 2004.
Bagian Tanaman PG Subang, ”Rapat Tanaman”, PT PG Rajawali II Unit PG Subang, 2005.
Barus, D., ”Analisis Sistem Antrian dan Penjadwalan Tebang Muat Angkut Tebu di Pabrik Gula Sel Semayang PTPN II Sumatera Utara. Tesis. MMA IPB, Bogor, 2005.
Blanchard, S.B., Verma, D., Peterson, L.E., ”Maintainability”, A Wiley Interscience Publication. John Wiley & Sons. INC. New York, 1994.
Cakraningrum, T, “Optimalisasi Pengadaan Bahan Baku Pabrik Gula pada PG Mojo”, Sragen, Jawa Tengah. Skripsi. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor, 2000.
CDSAP IPB dan Deperindag, “Identifikasi dan Verifikasi Aspek Teknis Penggunaan Raw Sugar (plantation white sugar) sebagai Bahan Baku Industri Gula”,, 2003.
Daellenbach H., G, “Systems and Decision Making”, A Management Science Approach. John Wiley & Sons. New York, 1995.
Dewan Gula Indonesia (DGI), “Industri Gula Indonesia”, Sekretariat Dewan Gula Indonesia, Jakarta, 1985.
Dimyati T.T., dan Dimyati A.,  ”Operation Research”, Model-model Pengambilan Keputusan. Sinar Baru. Bandung, 1992.
Ebeling C.E., “An Introduction to Reliability and Maintability Engineering”, McGraw Hill Companies, Inc. New York, 1997.
Gottfried, P.,  “Comment on: ‘ On The Hazard Rate of The Lognormal Distribution, ‘ IEEE transactitons on Reliability, Vol. 39, No.5, 1990.
Guntara, ”Penentuan Interval Perawatan Preventive Ketel Uap yang Optimal di PG Madukismo Yogyakarta”, Skripsi. Institut Teknologi Bandung. Bandung, 1990.
Higgins,L.R., dan Morrow, L.C., “Maintenance Engineering Handbook”, McGraw Hill Book Company. New York, 1977.
Hugot, E., “Handbook of Cane Sugar Engineering”, Elsevier Publishing Company, Amsterdam, 1986.
Jardine, A.K.S, “Maintenance, Replacement and Reliability”, Pitman Publishing, New York, 1973.
Kusumaningrum D, “Sistem Penjadwalan Penanaman dan Pemanenan Tebu di PT Gunung Madu Plantations”, Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor, 2005.
Lieberman, Gerald J., Hiller dan Frederick S., “Operations Reseach”, edisi ke-2, Holden Day, Inc. San Fransisco, 1973.
Marimin, “Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk”, Grasindo, Jakarta, 2004.
Manestch, T.J. dan G.L. Park, “System Analysis and Simulation with Application Economic and Social System”, di dalam Eriyatno. 1999. Ilmu Sistem. Institut Pertanian Bogor, Bogor, 1977.
Murthy, D.N.P., Page, N.W., Rodin, E.Y., “Mathematical Modelling, A Tool For Problem Solving in Engineering, Physical, Biological and Social Sciences”, Pergamon Press, Oxford, 1990.
Pramudya B., Pemodelan Sistem Pada Perencanaan Mekanisasi Dalam Kegiatan Pemanenan Tebu Untuk Industri Gula. Thesis. Institut Pertanian Bogor, 1989.
Setiadi H., ”Sistem Penunjang Keputusan Investasi Agroindustri Berbasis Daging Sapi di Kabupaten Boyolali”, 2004.
Siregar H., ”Kajian Optimasi Produksi di Pabrik Gula”, Skripsi. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor, 2003.
Siregar, R.H.Z., ”Aplikasi Teknik Penjadwalan Tebang Angkut Tebu dan Kebutuhan Sumber Daya Pada Industri Gula”, Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor, 1999.
Sitompul, R.F., ”Perencanaan Sistem Antrian Transportasi Tebu Pabrik Gula Sel Semayang PT. Perkebunan IX Medan”, Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor, 1984.
Soewandi R.M.S., ”Menperindag Akan Revitalisasi Pabrik Gula”, (on-line) dalam    http://www.agroindonesia.com/agnews/ind/2004/Maret/03%20Maret%2020.html, tanggal akses 22 november 2005.
Taha, H.A, “Operations Research and Introduction” MacMillan Publishing Company, New York, 1982.
Walpole, E. R., Myers, H.R, “Ilmu peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan”, Edisi ke-4. ITB,  Bandung, 1995.
Winston,  L. W., “Operation Reseach Application and Algorithms”, Duxbury Press. Belmont California, 1993.

More Article Di Sini 

Design And Analysis Of Electrical Appliance Experiment With Two Factorial Designs



Mukhamad Abduh, ST, MT.
Dosen Fakultas Teknik
Universitas Esa Unggul, Jakarta

A rice cooker or rice steamer is a self-contained electrical appliance, used primarily for cooking. Here are also microwave, gas, and open flame variants. The preparation of rice has traditionally been a tricky cooking process that requires accurate timing, and errors can result in inedible undercooked or burnt rice. Rice cookers aim to avoid these problems by automatically controlling the heat and timing in the preparation of the rice, while at the same time freeing up a heating element on the range. In these experiments, we use three branch of rice cooker that is; A, B, and C. This entire product has capacity 1.8 liter. The load cook divided in three-load level; 0.5 liter, 1.0-liter end 1.5 liters. Each level or load cook has two times experiments. Time of experiments for each product is the same, with stopwatch, the speed of cooking can be able to identify. So each product can looked at how long spent the time for cooking the rice.

History of Rice Cooker
The idea of cooking rice with electricity was first conceived in the age of westernization during the Meiji era, and products called “electric stoves” and “electric rice tubs” were produced experimentally at the end of the Taisho era (mid 1920s). These were stoves and tubs to which heating coils were attached. In the late 1940s, Mitsubishi Electric Corporation manufactured an electric rice cooker, a pot incorporating a heating coil inside. Featuring no automation, this was simply a pot that used a heating coil instead of firewood or gas. The device was inconvenient, requiring attention from the time it was switched until the rice was done, and sold poorly. Rather than being remembered as the forerunner of modern rice cookers, the device was relegated to the status of a footnote in the history of electric appliances. In 1952, Matsushita Electric launched a Mitsubishi-type rice cooker, which was also poorly received. Sony’s offering (an electronic rice tube) fared likewise.

Around July 1951, based on its conviction that electrical appliances would one day become a part of daily life in Japan, Toshiba tackled the challenge of creating a successful electric rice cooker, a product area where leading manufacturers Mitsubishi and Matsushita had failed. The project was led by Shogo Yamada, development manager of the electric appliance division. In human being lives always are in change. One of impact in life process is technology become primarily need for people in this era, most people can’t do anything without technology, activities for the people depends for technology. Technology very important for this life. One of the results for technology is going to discuss in this chapter especially for electrical rice cooker.

A rice cooker or rice steamer is a self-contained electrical appliance, used primarily for cooking. Here are also microwave, gas, and open flame variants. The preparation of rice has traditionally been a tricky cooking process that requires accurate timing, and errors can result in inedible undercooked or burnt rice. Rice cookers aim to avoid these problems by automatically controlling the heat and timing in the preparation of the rice, while at the same time freeing up a heating element on the range.

Typically, a rice cooker contains an insulated outer container containing a heating element, into which is fitted a non-stick or Teflon coated inner removable bowl, which often has graduations marked in cups of rice (white). Whereas less expensive and older models use simple electronics and mechanical and thermal sensors, high-end rice cookers use microchips to control the cooking process and often incorporate a timer which can be used to set the desired “ready time”. Many rice cookers can keep rice warm safely for up to 24 hours. This helps to avoid the dangers of food poisoning due to Bacillus cereus. Rice cookers, when purchased, normally include a small “cup” measure and a plastic paddle for serving the cooked rice.

Restaurants that serve a lot of rice, particularly those specializing in Asian cuisine, often use industrial size rice cookers that quickly and cheaply produce large quantities of cooked rice. A rice cooker is a standard appliance in kitchens around the world, especially in Asian countries. Small, basic rice cookers can be purchased in the US at discount retailers often for as low as $10-$15, and units with large capacity and different selectable electronically-controlled cooking cycles can cost up to $100 or more.

Basic principle of operation
The bowl in the rice cooker is usually removable, and beneath it lies a spring and thermostat. These form the main components of the rice cooker. The spring in the bottom is simply to ensure contact of the thermostat to the base of the cooking bowl. During cooking the mixture is continuously heated. The temperature cannot go above the boiling point of water—100°C (212°F)—as any energy put into the system at that point will only cause the water to boil. At the end of cooking all of the water will have been evaporated or absorbed by the rice. Once the heating continues past this point, the temperature exceeds the boiling point. The thermostat then trips, and switches the rice cooker to “warm” mode, keeping the rice no cooler than approximately 65°C (150°F). Simple rice cookers, like the one below, may simply turn off at this point.

Cooking rice with a rice cooker
To cook white rice, the rice is measured and added to the inner bowl. Cold water is measured and added or simply added up to the appropriate graduation in the inner bowl. Sometimes there are separate scales for brown rice (as more water is required) or for cooking other foods in the appliance. Once the lid is closed and the cooking cycle has been activated, the rice cooker does the rest. Fancy models give a countdown in minutes to the “ready time,” and beep when done, whereas less expensive and older models simply click or ring a bell when done. A rice cooker or rice steamer is a self-contained electrical appliance, used primarily for cooking. Here are also microwave, gas, and open flame variants.

Rice cooker techniques
Rice cookers are typically used for the preparation of plain or lightly seasoned rice, but more elaborate recipes are possible using a rice cooker, and there are cookbooks devoted entirely to dishes prepared using a rice cooker. One of the more unexpected dishes that can be made in a rice cooker is a beef. By simply adding ingredients and setting it to “warm”, a rice cooker would cook that at about 65°C (150°F). In few hours, the stew is fully cooked and ready to eat. Some rice cookers are designed to accommodate a basket above the rice. This basket is generally used to steam vegetables, holding them in the steam coming off the rice. Some vegan cooks consider rice cookers to be an invaluable tool in the preparation of vegan meals. They find it extremely versatile, allowing a variety of meals to be cooked with minimal preparation and no attention during the cooking process.

References
Douglas C. Montgomery, “Design and Analysis of Experiments”, sixth edition john Wiley & sons. INC
Practicum subject for Minitab 14, “Industrial Engineering”, university of Indonesia, Jakarta.

More Article Di Sini 

Kursus Bahasa Mandarin – DPKI Universitas Esa Unggul


Saat ini, Bahasa Mandarin telah menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Di Indonesia banyak perusahaan multinasional yang menjadikan Bahasa Mandarin sebagai salah satu syarat dalam rekrutmen karyawan baru. Selain itu minat siswa/mahasiswa di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi yang ada di China cukup tinggi.
Oleh karena itu Departemen Pengembangan dan Kerjasama Internasional Universitas Esa Unggul menyelenggarakan KURSUS BAHASA MANDARIN (untuk mahasiswa UEU) untuk penguasaan Bahasa Mandarin yang sudah menjadi tuntutan penting saat ini.
Jadwal Kursus
Selasa – Rabu pukul 16.00 WIB s/d 18.00 WIB
Sabtu pukul 08.30 WIB s/d 12.30
Biaya Kursus
  • Pendaftaran Rp. 100.000,-
  • Biaya Kursus Rp. 200.000,-/ bulan ( 1 x modul selama 3 bulan)
Contact Person
DPKI Universitas Esa Unggul
Lantai 2 – Gedung Utama Universitas Esa Unggul
021-5674223 ex. 249 (Yanti)

More News
 

Rabu, 18 April 2012

Open House Beasiswa Tahun 2012 - Gelombang Ke - 2

Open House Beasiswa Tahun 2012 - Gelombang Ke - 2


Open House Beasiswa Tahun 2012
Gelombang ke - 2
 
Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Open House Beasiswa Tahun 2012- Gelombang ke- 2  pada:

 
Sesi 1
Hari        :  Selasa, 24 April 2012 
Waktu   :   11.40 - 13.30 WIB
Tempat   :   Lantai 7, Ruang 714


Sesi 2
Hari        :  Jumat, 27 April 2012 
Waktu   :   15.00 - Selesai
Tempat   :   Lantai 7, Ruang 714

Dapatkan Informasi Beasiswa , Asuransi , Lomba, dll

 Materi :
  1. Cara Pengisian Formulir Beasiswa dan Batas Waktu Pengumpulan
  2. Informasi Penulisan Karya Tulis Mahasiswa 5 PKM DIKTI ( Syarat Pengajuan Beasiswa)
  3. Wajib bagi Penerima Beasiswa Unggulan Tahun 2011/2012 ( Mahasiswa Baru Tahun 2011)
  4. IPK  min. 3.00, Angkatan 2011, 2010, 2009 ( Program Reguler dan Paralel )


Contact Person :
Cholida   081314347998
Evan  085758044088


Follow Twitter :
@kemahasiswaanEU
@EvanStiawan


 
Bookmark and Share

Rabu, 21 Maret 2012

Esa Unggul Career Day 2012

Esa Unggul Career Day 2012

Departemen Konseling dan Pengembangan Karir (DKPK) Universitas Esa Unggul  adalah sebuah wadah yang bertujuan untuk mempertemukan Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan alumni Universitas Esa Unggul (UEU) yang siap bekerja.
 
Untuk mencapai tujuan tersebut, Departemen Konseling dan Pengembangan Karir (DKPK) menyelenggarakan " ESA UNGGUL CAREER DAY  2012 "  pada :

Hari        :   Rabu, 09 Mei 2012
Waktu    :   08.30 - 17.00 WIB
Tempat  :   Aula Kemala, Universitas Esa Unggul

TIKET MASUK :
  • Gratis untuk Alumni/Mahasiswa Universitas Esa Unggul ( tunjukkan KTM atau fotocopy Ijazah Univ. Esa Unggul ) *
  • Rp. 10.000,- untuk umum ( Alumni/Lulusan dari Universitas/SMU ) **

*   Alumni Universitas Esa Unggul mendapatkan Voucher Makan Siang
      yang ditukarkan di dalam area Cafe Taman Univ. Esa Unggul
**   Mendapatkan Sertifikat & Snack untuk 200 peserta pertama
 

Informasi :
Departemen Konseling dan Pengembangan Karir (DKPK) Universitas Esa Unggul
(021) 5674223  Ext. 357
0813 1026 6426
Email : devi.latif@esaunggul.ac.id
Website : www.esaunggul.ac.id
Talk Show " Tingginya Prospek Peluang Kerja Bagi Lulusan Teknik Industri "
Kamis, 15 Maret 2012
Program Studi Teknik Industri Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Acara Talk Show  dengan tema " Tingginya Prospek Peluang Kerja Bagi Lulusan Teknik Industri " pada :


Hari        :  Sabtu, 31 Maret 2012
Waktu    :  09.00 - 12.00 WIB
Tempat  :  Lantai 7, Ruang 714
 
 
Susunan Acara :

No.
Jam
Acara
Penanggung Jawab/Pembicara/Moderator
1.
09.00 – 9.30
Kunjungan lab
Iphov Kumala Sriwarna, ST, MSi. dan 3 asisten (Cienita, Aji,Aprianto)
2.
09.30 – 9.45
Pembukaan dan Sambutan Dekan
Dr. Ir. Lily Amelia, MAgr.
3.
09.45 –10.00 
Penjelasan  Teknik Industri
Ir. Arief Suwandi, MT dan  Dr. Ir. Nofi Erni, MM
4.
10.00 – 11.00
Talk Show “Tingginya Prospek Peluang Kerja bagi Lulusan Teknik Industri”
Moderator : Ir. M. Derajat A
Pembicara :
1.      Harsanti (Sony Ericson)
2.       Ade Agus Salim (PT. Duta Indonesian Technology)
3.       Daryanto (Miyazawa)
4.       Ramdan (Wika)
5.
11.00 – 11.30
Simulasi “Beer Game” + door prize
Pemandu : Purdi (alumni TI)
6.
11.30 – 11.45
Penjelasan Biaya Kuliah dan Pemasaran
Humas (Heryanti, ST)
7.
11.45 – 12.15
Closing Pendaftaran
Dosen  TI, Cienita, Aji, Aprianto, Humas
8
12.15 – 12.30
Penutupan

Jumat, 10 Februari 2012

Hasil Ujian Saringan Masuk Tahun 2012 - Univ. Esa Unggul

Universitas Esa Unggul
Hasil Ujian Saringan Masuk  Tahun 2012
 
Untuk melihat  "  Hasil Ujian Saringan Masuk " silahkan download, klik " Nama Sekolah "   ( file pdf )
 
 
Jakarta
 
  1. SMA 1 Barunawati Jakarta Barat
  2. SMA YPBDN Jakarta Barat
  3. SMA Al Huda Jakarta Barat
  4. SMA Cengkareng 1 Jakarta Barat
  5. SMA Pelita II Jakarta Barat
  6. SMA Triguna 1956 Jakarta Selatan
  7. SMA Negeri 16 Jakarta Barat
  8. SMA Negeri 19 Jakarta
  9. SMA Negeri 25 Jakarta
  10. SMA Negeri 56 Jakarta Barat
  11. SMA Negeri 57 Jakarta
  12. SMA Negeri 85 Jakarta
  13. SMA Negeri 95 Jakarta
  14. SMA Negeri 96 Jakarta
  15. SMA Negeri 101 Jakarta
  16. SMA Yadika 1 Jakarta Barat
  17. SMA Yadika 2 Jakarta Barat
  18. SMA Yadika 5 Jakarta Barat
  19. SMK Cengkareng 1 Jakarta Barat
  20. SMK Negeri 17 Jakarta
  21. SMK Dewi Sartika Jakarta Barat
  22. SMK Yadika 1 Jakarta Barat
  23. SMK Yadika 2 Jakarta Barat
  24. SMK Mutiara Bangsa Jakarta Barat
  25. SMK Muhammadiyah 4 Jakarta Barat
 
 
Tangerang
 
  1. SMK Markus Tangerang
  2. SMK Yuppentek 5 Tangerang
  3. SMK PGRI 109 Tangerang
  4. SMK Islamic Village Tangerang
  5. SMK Yadika 4 Tangerang
  6. SMK Yadika 5 Tangerang Selatan
  7. SMK Mandiri 2 Balaraja Tangerang
  8. SMA Daar El Qolam Tangerang
  9. SMA Daar El Qolam 1 Tangerang
  10. SMA Daar El Qolam 3 Tangerang
  11. SMA Islamic Center Tangerang
  12. SMA Islamic Village Tangerang
  13. SMA Markus Tangerang
  14. SMA Nusa Putra Tangerang
  15. SMA PGRI 109 Tangerang
  16. SMA Pramita Tangerang
  17. SMA Syekh Yusuf Tangerang
  18. SMA Yadika 3 Ciledug Tangerang
  19. SMA Yadika 6 Tangerang Selatan
  20. SMA Mandiri Balaraja Tangerang
  21. SMA Yuppentek 1 Tangerang
  22. SMA Yuppentek 2 Tangerang
  23. SMA Yuppentek 4 Tangerang
  24. SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang
  25. SMA Negeri 1 Tangerang
  26. SMA Negeri 3 Tangerang
  27. SMA Negeri 4 Tangerang
  28. SMA Negeri 5 Tangerang
  29. SMA Negeri 6 Tangerang
  30. SMA Negeri 8 Tangerang
  31. SMA Negeri 10 Tangerang
  32. SMA Negeri 13 Tangerang
  33. SMA Negeri 14 Tangerang
  34. SMA Negeri 15 Tangerang
 
 
 
Bagi siswa yang  TIDAK LULUS,  dapat mengikuti “ TES ULANG “ di Kampus Universitas Esa Unggul
 
 
Keterangan :
1.  Formulir Pendaftaran Sekolah Binaan Rp. 100.000,-
      ( jika Non Binaan Rp 200.000,- )
 
2.  Angsuran Biaya Kuliah Gelombang 1, 2, dan 3 :
          a. Gelombang 1 : biaya kuliah diangsur selama 7 s/d 10 bulan
              Pendaftaran Nov 2011 s/d  April 2012
          b. Gelombang 2 : biaya kuliah diangsur selama 6 s/d 7 bulan
              Pendaftaran 01 Mei s/d 30 Juni 2012
          c. Gelombang 3 : biaya kuliah diangsur selama 4 s/d 5 bulan
              Pendaftaran 01 Juli 2012 s/d Agustus 2012
 
3. Pola Pembayaran Angsuran Biaya Kuliah :
          a. Angsuran biaya kuliah ke-1 sebesar Rp. 2 juta
          b. Angsuran biaya kuliah ke-2, dst s/d  April  2012
             (besarnya sesuai dengan masing - masing Program Studi )
 
4.   Dapatkan Time Payment Saving ( Potongan Biaya ) :
         a. Rp 250.000,- jika pembayaran 1 dilakukan < 7 hari setelah  
             pembelian formulir
         b. Rp 500.000,- jika membayar lunas total biaya semester 1
         c. Rp 750.000,- jika melakukan a + b
 
5.   Program Beasiswa Esa Unggul ( Beasiswa s/d 100% ).
 
6.   Pembayaran biaya kuliah per Semester (Sem. 2 s/d lulus) dapat
      diangsur  2 kali
 
7.   Semester Pendek wajib diikuti setiap mahasiswa dengan
      biaya Rp. 1,6 juta  untuk semua Program Studi
 
8.   Khusus Prodi Perencanaan Wilayah & Kota (Planologi) dikenakan
      tambahan  Biaya Kuliah Rp. 2,5 juta termasuk untuk Field Study to
      Singapore
 
9.   Perkuliahan TA. 2011/2012 dimulai pada tanggal 25 Juni 2012 
      ( Semester Pendek Awal )
 
10. Pengembalian Biaya (kecuali uang formulir pendaftaran) :
      - Biaya dikembalikan 100% jika tidak lulus UAN, atau diterima
        di PTN melalui     SNMPTN
      - Biaya dikembalikan 70% jika diterima PTN melalui Tes Mandiri
 
(Ket: diajukan selambatnya 15 hari setelah pengumuman diterima di PTN dengan melampirkan bukti & kartu tes)
 
 
Download Biaya Kuliah :