Kamis, 15 Agustus 2019

The Swans Juara Lagi!!


Foto Bersama Tim The Swans Putri
Esaunggul.ac.id, Kabar membanggakan kembali datang dari Tim Bola Basket Universitas Esa Unggul (The Swans). Kali ini, The Swans Putri berhasil menyabet gelar juara dua di ajang Liga mahasiswa (LIMA) Basketball National Season 7 yang digelar di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, 5-12 Agustus 2019.
Manager Tim The Swans Putri, Sien Martina mengatakan pencapian yang didapatkan oleh Tim The Swans tidak terlepas dari kerja keras, semangat dan konsistensi dalam berlatih dan bertanding di setiap Turnamen yang dilakoni oleh Tim The Swans. Meskipun harus finish Runner-up, menurutnya hasil tersebut menjadi sebuah evalusai dan pembelajaran bagi The Swans agar mampu berprestasi kembali dalam sejumlah ajang.
“Momentum ini kami jadikan sebagai pembelajaran dan evaluasi agar mampu berprestasi kembali di sejumlah ajang yang akan diikuti baik nasional maupun internasional. Tentunya semangat dan konsistensi berlatih akan kami tingkatkan,” ucapnya.
Di Final The Swans harus mengakui keunggulan dari lawanya, UPH dengan Skor 52-43. Meski harus menelan kekalahan, UEU sudah berusaha yang terbaik, bahkan poin dari pemain cadangan mereka lebih besar dari lawan, yaitu 20 poin, sedangkan UPH 13 poin. Sementara itu, Tim Putra The Swans harus puas di peringkat 4 setelahbertanding ketat dengan Perbanas dengan skor 56-54.

Kamis, 01 Agustus 2019

Keren!! The Swans Juara LIMA Basketball 2019



Esaunggul.ac.id, Prestasi kembali diukir oleh Tim Basket Universitas Esa Unggul (The Swans), kali ini The Swans berhasil menyabet Juara di ajang LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 24-31 Juli 2019 . Tidak tanggung-tanggung The Swans memboyong dua gelar juara yakni Tim Putri The Swans yang berhasil menyabet gelar Juara 1 dan Tim Putra menyabet gelar juara 2.
Manager The Swans Putri, Sien Marthina mengatakan Perjalanan The Swans untuk menjadi juara tidak mudah, di semifinal The Swans Putri berhasil menumbangkan Perbanas dengan score UEU 61 – 30 Perbanas. Sementara itu, The Swans Putra melaju ke Final setelah mengalahkan UNJ dengan score UEU 72 – 45 UNJ.
Sien pun menerangkan Di Partai Final The Swans Putri berhadapan dengan Tuan Rumah Universitas Pelita Harapan. Meskipun bermain di kandang lawan, The Swans Putri mampu bermain tenang dan tidak mudah gentar. The Swans Putri pun berhasil membawa Title Juara 1 setelah mengalahkan lawan mereka dengan skor 53-63. Bagi The Swans Putri, kemenangan di Sports Center UPH ini sekaligus juga revans atas kekalahan di tempat dan tim yang sama pada tahun lalu.
“Ini semacam pembuktian kami (dari tim Putri The Swans) setelah tahun kemarin kita kalah, tahun ini, kami membalas kekalahan kami. Akhirnya kerja keras dan latihan yang telah dilakukan membuahkan hasil yang manis,” ujar Sien di Universitas Esa Unggul beberapa waktu yang lalu.

Tim Putri The Swans

Sementara itu, lanjut Sien, meskipun The Swans Putra harus puas dengan menempati peringkat kedua, setelah dipartai Final takluk 74-52 melawan tim UPH. Namun, tim Putra The Swans mampu memperlihatkan permain yang solid dan berkelas, sehingga patut untuk diapresiasi.
Konsisten Latihan Menjadi Kunci Juara
Keberhasilan The Swans dalam meraih juara di setiap kompetisi yang diikuti tidak terlepas dari konsitensi latihan, kerja keras dan kerja sama tim yang telah dibangun antar pemain The Swans. Pada kompetisi LIMA Basketball 2019, Sien mengatakan persiapan efektif telah dilakukan dalam dua minggu terakhir. Itupun terkendala oleh jadwal kuliah masing-masing pemain yang kadang bentrok dengan jadwal latihan.
“Persiapan efektif di 2 minggu terakhir sebelum LIMA mulai, karna bentrok dengan kuliah dan ada juga pemain yang gak bisa ikut tahun ini karna kepanggil untuk TIMNAS Indonesia, TC Pra-pon. dengan kondisi yg ada pelatih cuma melakukan pengulangan semua sistem yang di instruksikan, supaya pemain pun tidak terlalu susah untuk menjalani sistemnya,” ujarnya.
Dirinya pun mengatakan selesai Turnamen LIMA, Tim The Swans langsung mempersiapkan latihan untuk menghadapi Liga Mahasiswa Nasional, yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 Agustus mendatang di Gor Otista Jakarta Timur. “Tentunya di LIMA nanti kami akan lebih bekerja keras, karena lawan-lawannya adalah yang terkuat dari daerahnya masing-masing, jadi kami harus lebih lagi untuk persiapan latihannya,” terangnya.
Sien pun berharap dari prestasi yang didapatkan oleh The Swans ini mampu memberikan motivasi kepada seluruh anak muda, terutama mahasiswa Esa Unggul untuk mau mencoba dan konsisten terhadap Passion atau hobi yang ingin dituju.
“Tunjukin kemampuan kalian (di bidang yg kalian senangi tanpa paksaan), jangan pernah malu untuk mencoba karna gak ada salahnya. terus kejar harapan kalian untuk ke depannya sesuai dengan hati kalian,” terang Sien.
Berikut Punggawa The Swans dalam ajang LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference :
Tim Putri The Swans:
  1. Jane Charissa Adelaide – Psikologi
  2. Shira Amadea Chalik – Psikologi
  3. Putu Tiana Widiastari – Akuntansi
  4. Fitria Rahmadhani Madjid – Manajemen
  5. Kadek Sanis Jisanceghi – Psikologi
  6. Tiara Aulia Denaya – Broadcasting
  7. Briliany Mokoginta Dewinda – Teknik Industri
  8. Intan Rahmawati Kusumastuti – Akuntansi
  9. Valerie Fradela – Marketing Komunikasi
  10. Made Dita Pramesti Sandradewi – Manajemen
  11. A. Adlina Nabila Madjid – Manajemen
  12. Mita Istinawati – Manajemen
  13. Aulia Mauliddinia – Manajemen
  14. Rogate Debora – Marketing Komunikasi
  15. Kadek Pratita Citta Dewi – Magister Manajemen
Tim Putra:
  1. Arion Tio – Manajemen
  2. Hans Eka Wijaya – Manajemen
  3. Erlan Perkasa – Manajemen
  4. Gual Bertus Ahen – Manajemen
  5. Fendyanto – Manajemen
  6. Althof Dwira Satria – Broadcasting
  7. Pondra Purnawan – Hubungan Masyarakat
  8. Alfredo Tanujaya Julianto – Hukum
  9. Peter Yosafat – Hukum
  10. Qiflan Ovalino Arrazza – Hukum
  11. Gerard Jaftoran – Hukum
  12. Andreas Beto – Hukum
  13. Raymond Chandra – Hubungan Masyarakat
  14. Bryan Handiaz Sugialim – Broadcasting
  15. Reinhard Dominicus Tiwa Handojo – Marketing Komunikasi
  16. Aldion Christian Aditia – Hubungan Masyarakat
Putri
head coach: Parna Abrizalt Hasiholan
ass. coach: Andi Oktafiyanto
manager: Sien Marthina
medis: Agatha Dilla Maralisa
ofisial: Gita Nurul Fadilah
Putra
head coach: Eddy Gunawan
ass. coach: Tondi Raja Syailendra
ass. coach: Prasetyo
manager: Fahmi Aditya
medis: Agung

Senin, 17 Juni 2019

Mahasiswa Esa Unggul Raih Juara I di Lomba Bisnis Plan Bangkesbangpol Provinsi DKI Jakarta

Tim dari Universitas Esa Unggul
Esaunggul.ac.id, Prestasi kembali diraih oleh mahasiswa Esa Unggul, kali ini prestasi membanggakan diraih oleh empat mahasiswa UEU dalam Lomba Bisnis Plan yang diselenggarakan oleh Bangkesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Provinsi DKI Jakarta. Empat mahasiswa Esa Unggul ini beranggotakan Ni Luh Ratna Puspa Dewi, Zatmiko Setiawan, Herlinda Rizky Ayuningtyas dan Rachmat Effendi.
Ni Luh Ratna Puspa Dewi salah satu mahasiswa Esa Unggul yang turut serta dalam lomba Bisnis Plan mengatakan dirinya bersama keempat temannya membawa judul proposal bertajuk Eco Enzyme Pada UMKM berseri (Bersih, sehat lestari). Dipilihnya tema Eco Enzyme UMKM Berseri dikarenakan latar belakang di indonesia ini masih banyak sampah menumpuk terutama sampah organik dan kondisi sanitasi di pemukiman khususnya pemukiman kumuh masih kurang memperhatikan kebersihan.
“Jadi kita membuat cairan pembersih alami multifungsi, yang terbuat dari kulit buah yang difermentasi sehingga menghasilkan zat antiseptik anti bakteri yg bisa membersihkan kuman-kuman. Jadi cairan itu bisa berfungsi untuk ngepel, nyuci piring, nyuci baju, nyuci kendaraan, bersihin perabot, dll. intinya kita memberikan produk yang efektif dan efisisen kepada masyarakat,” ujar Ni Luh, di Universitas Esa Unggul, Senin (17/06/2019).
Dirinya pun menjelaskan Cairan pembersih itu diberikan nama merek Eco Enzyme dan diberikan harga perkemasan yang bervariatif mulai dari 600 ml dihargai Rp 5000 dan 1,5 liter seharga Rp 10.000, harga ini sangat terjangkau agar semua kalangan bisa membeli. Dalam pembuatan Cairan Eco Enzyme ini juga, Ni Luh melanjutkan pemanfaatan limbah bekas ampas kulit buah dari sisa pembuatan Eco Enzyme itu diolah menjadi pupuk kompos dengan campuran sekam bakar sama kotoran hewan dengan merek Ecogreen yang banyak mengandung zat hara dan baik untuk pertumbuhan tanaman, dan dapat dijual dengan Harga Rp 3500 perkilo.
Sementara itu, Ni Luh juga menambahkan pada Minggu (16/06) kemarin, dirinya bersama tim difasilitasi oleh pihak Kesbangpol DKI Jakarta mendirikan stan bazar di wilayah Monas. Hal ini dilakukan guna memperkenalkan usaha Bisnis Plan dan produk Eco Enzym ke masyarakat khususnya pengunjung monas. ” Nah, sekalian penyerahan hadiah oleh sekda DKI Jakarta syaifullah,” ucapnya.
Ni Luh dan anggota Tim pun berharapa setelah memenangkan lomba dapat merealisasikan produk Usahanya agar semakin massif dan berkembang, tentunya dengan membawa pesan agar menggunakan produk-produk berkulitas dan ramah akan lingkungan. “Kami berharap produk ini dapat direalisasikan, karna kita juga masih penelitian dan uji lab untuk menghasilkan produk yg berkualitas. Kalau usaha ini berjalan kita sebagai mahasiswa bisa menumbuhkan semangat wirausaha dan semoga usaha ini bisa berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tutupnya.

Minggu, 10 Maret 2019

Engineering Expo 2019: Work Hard, Move Fast and Act Accurate



Esaunggul.ac.id, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik menggelar Engineering Expo pada tanggal 4-6 Maret 2019. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang selalu digelar oleh BEM Fakultas Teknik sebagai salah satu bagian dari Program Kerja mereka.

Salah satu panitia penyelenggara Engineering Expo yakni Zatmiko mengatakan pada tahun ini 
 Engineering Expo mengangkat tema work hard, move fast and act accurate. Pemilihan tema yang dipilih ini bukan tidak memiliki alasan, Work Hard mencerminkan generasi milenial yang saat ini sangat berperan dengan segala bidang, tidak ada alasan bagi mereka untuk bermalas-malasan untuk mereka meraih masa depan untuk itu mereka harus bekerja keras.

“Move fast di sini menjadi simbol bagi anak muda yang selalu ingin berlari dalam mengejar impian mereka, sementara act accurat merupakan representasi jika anak muda dalam melakukan sesuatu pekerjaan bukan hanya kerja keras saja namun juga harus kerja cerdas,” ungkap Zatmiko di Universitas Esa Unggul, beberapa waktu yang lalu.

 
Suasana Engineering Expo

Dirinya pun berharap dari serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam Engineering Expo mampu memberikan manfaat yang luas bagi anak muda khususnya generasi milenial untuk selalu melakukan kegiatan positif yang tentunya menyenangkan. “mudah-mudahan tahun depan Engineering Expo dapat kami selenggarakan, soalnya postif banget sih kegiatannya,” ujarnya.

Pada tahun ini serangkaian kegiatan menarik digelar dalam Engineering Expo di antaranya terdapat bazar Engineering Expo dan panggung Musik. di hari ketiga dihelat seminar”Preparing Human Overpopulation with non-pollutan Industries in Industrial Revolution 4.0″ yang menghadirkan dua pembicara ahli yakni Professor in Mechanical/Biomechanical Product Innovation Prototyping &Development of University Of Indonesia, Prof.Dr.Ir. Tresna Priyana Soemardi, SE., MS dan President Indonesia Academy of Science (AIPI), Prof. Dr.Ir. Satryo Soemantri Brodjonegoro . Adapula Beuty Class, Turnamen Futsal dan Badminton.

Sabtu, 10 Maret 2018

Tantangan Generasi Milenial di Industri 4.0

Esaunggul.ac.id Seminar Engineering Expo hari ini, Selasa (06/03) digelar di Ballroom Aula Kemala, Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk. Seminar Engineering Expo kali ini mengangkat tema “Preparing Human Overpopulation with non-pollutan Industries in Industrial Revolution 4.0”.
Seminar ini menghadirkan dua pembicara ahli yakni Professor in Mechanical/Biomechanical Product Innovation Prototyping &Development of University Of Indonesia, Prof.Dr.Ir. Tresna Priyana Soemardi, SE., MS dan President Indonesia Academy of Science (AIPI), Prof. Dr.Ir. Satryo Soemantri Brodjonegoro. .

Salah satu pembiacara yakni Tresna mengatakan masuknya era industri 4.0 membuat sejumlah perubahan terjadi, mulai dari perubahan sosial ekonomi hingga budaya. Lapangan pekerjaan yang dulunya adapun menghilang akibat terkena imbas dari industri 4.0 yang mengandalkan digitalisasi dan automatisasi.
“Generasi kalian, yang sering disebut Milenial saat ini menghadapi perubahaan era industri, banyak hal yang akan berubah akibat era industri 4.0, termasuk lapangan pekerjaa. Mungkin 5 -10 tahun lalu pekerjaan sperti developer, startup, pilot drone masih dipandang rendah namun saat ini pekerjaan seperti itulah yang banyak dibutuhkan,” terang Tresna di Ballroom Aula Kemala, Universitas Esa Unggul, beberapa waktu lalu.

Meski begitu Tresna melajutkan, sejumlah lapangan pekerjaan baru juga bermunculan menggantikan pekerjaan yang tergerus arus digitalisasi. Untuk itu generasi milenial khususnya anak muda mampu beradaptasi dengan kebutuhan di era industri 4.0.

Mantan Ketua KPPU-RI ini pun berharap agar para mahasiswa mampu membekali diri mereka dengan skill yang tidak bisa dikerjakan oleh mesin yakni kemampuan Softskill. Sejumlah Softskill seperti Kreativitas, berpikir kritis, manajemen manusia, team working, negosiasi dan kecerdasaan emosional harus dimiliki oleh para generasi muda khususnya mahasiswa Esa Unggul untuk menjawab tantangan di era 4.0.

” Boleh saja robot mengambil alih pekerjaan manusia di masa depan, namun tidak semuanya bisa dilakukan mesin dan robot, seperti softskill. karena hanya manusia yang mampu melakukan hal tersebut, untuk itu saya berharap kalian bekali diri kalian dengan sejumlah softskill seperti organisasi, teamwork, negosiasi dan lainya,” tutupnya.

Selain seminar, sejumlah kegiatan menarik pun digelar untuk memeriahkan Engineering Expo 2019 seperti Turnamen Futsal dan badminton ada juga Beuty Class dan pameran Bazar makanan serta aksesoris. Engineering Expo digelar mulai tanggal 4-6 Maret 2019.

Kamis, 19 Oktober 2017

Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota Termasuk Kedalam 15 Tim Terbaik Dan Mendapatkan Medali Dalam Geo-Innovation Bootcamp Yang Diselenggarakan Badan Informasi Geospasial


Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota
Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota

Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota Termasuk Kedalam 15 Tim Terbaik Dan Mendapatkan Medali Dalam Geo-Innovation Bootcamp Yang Diselenggarakan Badan Informasi Geospasial

Pemakaman merupakan salah satu kebutuhan yang akan kita butuhkan di masa depan. Persoalan lahan pemakaman diperkotaan sangatlah kompleks dimana lahan pemakaman umum diperkotaan semakin sempit karena banyaknya bangunan rumah yang dibangun di pinggiran lahan pemakaman, sementara rencana perluasan area pemakaman selalu terhambat oleh masalah pembebasan lahan. Untuk mengatasi hal tersebut yang dilakukan saat ini adalah sistem tumpang, dimana 2 (dua) atau lebih jenazah yang umumnya masih memiliki hubungan kerabat dengan menggunakan satu makam yang sama adapun cara lain dengan mengambil alih makam yang tidak terurus.
Hal ini semakin diperparah dengan kurangnya informasi mengenai jumlah lahan pemakaman yang masih tersedia dalam waktu cepat. Apalagi saat ini, untuk mengetahui informasi tersebut sangat terbatas dan perlu mendatangi langsung tempat pemakaman, sehingga cara ini sangat menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan lahan pemakaman dengan cepat dan efektif. Tidak hanya itu, maraknya sistem pungli yang ada untuk ‘memesan terlebih dahulu’ lahan pemakaman dengan jangka waktu yang panjang padahal jumlahnya terbatas semakin membuat masyarakat kebingungan dimana mereka akan memakamkan jenazah dalam waktu terbatas. Berawal dari permasalahan inilah yang akhirnya dibutuhkan suatu inovasi untuk memberikan informasi ketersediaan lahan pemakaman secara cepat dan efektif, dimana masyarakat dapat melihat informasi ketersedian lahan pemakaman dan bisa memesan lahan pemakaman secara langsung.
“Enteryn” adalah sebuah aplikasi berbasis smartphone yang mengintegrasikan antara database informasi geospasial mengenai ketersediaan lahan pemakaman dengan pengguna dalam satu waktu, tak hanya itu, aplikasi ini juga melibatkan pemerintahan terkait yaitu Dinas Pertamanan dan Pemakaman juga dalam lingkup kelurahan dan kecamatan untuk mempermudah regulasi pembelian lahan pemakaman dan pencatatan data penduduk yang meninggal secara akurat.
Aplikasi “Enteryn” dibangun melalui pemasukan informasi pada webGIS yang akan berfungsi sebagai Serverutama untuk informasi ketersediaan lahan pemakaman kemudian diterjemahkan ke dalam sistem aplikasi “Enteryn” sehingga pengguna mendapatkan informasi yang paling baru, serta mengintegrasikannya dengan geotagging location dan Google Maps pengguna aplikasi agar pembelian lahan makam bisa di arahkan ke lokasi pemakaman terdekat dan menujukan rute menuju lokasi pemakaman tersebut.
Melalui Aplikasi “Enteryn” ini, mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Esa Unggul yang terdiri atas Rani Ayu Fransisca, Arfan Ferdiansyah, dan Wesa Guna berhasil lolos seleksi 25 besar dan kemudian terpilih kedalam 15 Tim Terbaik Geo-Innovation BootCamp di Saung Dolken, 14 – 16 Oktober 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial dengan Tema Meningkatkan Peran Masyarakat dalam Pemanfaatan Geospasial (peta).

Selasa, 11 Juli 2017

Planologi Esa Unggul Ciptakan “Dokter Kota” Penyembuh Atasi Ruwetnya Tata Ruang Di Indonesia


 Pembuatan Maket Kawasan “Masjid Darul Jannah Mosque with Water Square” Kerjasama Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Esa Unggul dan University of Rotterdam

Pembuatan maket kawasan “Masjid Darul Jannah Mosque with Water Square” Kerjasama Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Esa Unggul dan University of Rotterdam
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Dewasa ini permasalahan tata kota yang ada di Indonesia semakin rumit dan kompleks, hal ini tidak terlepas dari kurangnya kesadaraan para pemangku kebijakan dalam pemanfaatan tata ruang yang memiliki konsep dan perencanaan yang baik. Untuk mengatasi kompleksnya permasalahan tata wilayah dan kota di Indonesia, Esa Unggul menyediakan jurusan Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota) sebagai upaya menciptakan para ahli yang dapat berkontribusi memecahkan permasalahan mengenai wilayah dan kota.
Laili Fuji Widyawati, ST., MT, Kepala Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Univeritas Esa Unggul, menerangkan Esa Unggul sebagai Perguruan Tinggi bertanggung jawab untuk menghasilkan para lulusan yang bertindak sebagai seorang perencana, konseptor dan pengelolaan tata ruang kota dan wilayah di seluruh daerah di Indonesia. Dia pun mengibaratkan para alumni lulusan Planologi Esa Unggul dapat menjadi Dokter yang menyembuhkan rumitnya permasalahan Tata ruang dan wilayah di Indonesia.
“Saya mengajak anak-anak mahasiswa dan para alumni untuk menjadi seorang dokter kota, bayangkan lulusan di sini bisa disebar berkontribusi di berbagai daerah maka mereka dapat memajukan daerahnya masing-masing. Karena jurusan Planologi Esa Unggul ini kan mahasiswanya tersebar dari seluruh Indonesia, bukan tidak mungkin lulusan disini mampu melalukan penataan kota di daerahnya masing-masing,” kata Laili di ruangan Fakultas Teknik, Universitas Esa Unggul, Selasa (11/07/2017).
Apalagi menurutnya dalam amanat Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang disebutkan, setiap kabupaten wilayah kota harus menyusun dokumen rencana tata ruang. Untuk itu dia mendorong bagi para lulusan planologi Esa Unggul dapat memanfaatkan urgensi dari Undang-undangan tersebut dan masuk secara struktural sebagai pemangku kebijakan atau konseptor dalam penataan ruang wilayah dan kota.
“Di Indonesia sendiri terdapat sekurang-kurangnya 500 Kabupaten Kota, bisa dibayangkan pengaplikasian UU No.26 2007 dalam penataan kota itu apakah sudah berjalan sebagaimana mestinya. Seperti penyusuan dokumen rencana tata ruang dan melakukan pengendalian pemanfaatan ruang, hal ini hanya bisa dilakukan oleh para sarjana lulusan Planologi,” terangnya.
Laili yang juga Tenaga ahli pengembangan kawasan industri kementerian Perindustrian pun menerangkan sejauh ini para alumni lulusan planologi Esa Unggul umumnya berkarir di dinas-dinas pemerintah yakni Pemerintah daerah di Dinas PU dan Dinas lainnya. Selain itu juga mereka terjun di menjadi konsultan tenaga ahli perencanan dan ada yang menjadi developer.
Dia pun menerangkan tentang infrastruktur pendukung yang selama ini menjadi bagian praktikum dari Prodi Planologi, sejumlah studio yang terdiri dari dua studio Lab dan foto, studio wilayah dan studio komputer. Materi perkuliahan yang diajarkan dalam Planologi Esa Unggul ini sendiri terbagi menjadi dua peminatan yakni Perancangan Kota (Urban Design) dan Manajemen Perkotaan (Urban Management).
“Selain Perancangan kota di Esa Unggul Jurusan Planologi pun juga memahami Manajemen Perkotaan yakni melalui beberapa aplikasi teknologi seperti GIS, CAD, 3D, Dynamic System dan lain-lain. Serta memahami kode etik profesi dan tanggung jawab profesi perencana,” tuturnya.
Sejumlah Kegiatan Dari Jurusan Planologi EsaUnggul
Sejumlah Kegiatan Dari Jurusan Planologi EsaUnggul
Sementara itu, salah satu mahasiswa Planologi Esa Unggul Jan Arthur mengaku bangga dapat berkuliah di Jurusan Planologi Esa Unggul. Kebanggaan itu timbul dikarenakan Pengajaran dari Planologi Esa Unggu sangat berbeda dengan kampus-kampus lainnya, hal ini dapat dilihat dari sistem praktek di lapangan yang mulai dilakukan pada semeter 3, sehingga dirinya bukan hanya sebatas belajar teori namun diselingi dengan praktikum perencanaan kota.
“Kami sih sebagai mahasiswa Planologi sangat senang dengan pola pengajaran di jurusan ini, soalnya setahu saya dikampus lain, pembekalan materinya hanya sebatas teori saja, sedangkan disini saat semester tiga saya dan teman-teman sudah diajarkan praktikum perencanaan kota.” katanya.
Mahasiswa yang berasal dari Jayapura ini pun berharap kedepannya setelah lulus dirinya dapat turut andil serta dalam pembangunan di daerahnya, khususnya dalam bidang penataan kota. “Setelah lulus saya ingin memperbaiki penataan kota dan wilayah di daerah saya, karena kebanyakan tata kota dan wilayah di daerah saya itu masih agak kompleks. saya juga ingin menyelesaikan konflik yang diakibatkan oleh tata ruang di berbagai daerah di Indonesia,” tutupnya.